Unduh Adobe Flash player

Selasa, 08 Oktober 2013

Memperbaiki Windows XP Gagal Booting (Startup)

Pada artikel berikut ini saya ingin memberikan tips bagaimana mengatasi komputer yang gagal booting (tidak bisa masuk ke startup) atau dengan kata lain jika dihidupkan, hanya membaca system sebentar lalu restart (ini di khususkan buat pengguna Windows XP). Begitu terus berulang-ulang (bisa sampai bertahun-tahun kalau dibiarkan…hehe).
Oke langsung to the point :
Pertama, siapkan CD Windows XP asli atau bajakan terserah, yang penting bisa booting.
Lalu set pengaturan boot from CD di bios. Bisa dilihat caranya disini
Setelah di set, masukkan CD Windows XP lalu tekan sembarang tombol keyboard saat di layar terdapat kalimat "Press any key to boot from CD.."




Jika sudah keluar tampilan berikut, tekan tombol 'R' pada keyboar untuk masuk ke repair consule.








Setelah masuk ke 'layar hitam' ketik 1, lalu tekan enter. (Jika meminta password administrator, masukkan password).
Lalu ketikkan C:\WINDOWS>fixboot
Fixboot artinya untuk membuat sector baru pada hardisk







Lakukan checkdisk karena ada beberapa kasus, boot tidak bisa di perbaiki jika disk mengalami error.
Ketikkan C:\WINDOWS> chkdsk /r
Lalu enter.






Setelah selesai checkdisk, baru kita buat booting yang baru dengan cara mengetikkan :
C:\WINDOWS>bootcfg /rebuild
Lalu tekan enter.
Jika ada pertanyaan 'Add installation to boot list?', tekan Y lalu enter. Dan setelah selesai, ketikkan
C:\WINDOWS>exit
Semoga bermanfaat, hal tersebut adalah untuk menghindari installasi ulang Windows XP kita yang kadang-kadang jika tidak bisa di backup data nya, akan mengakibatkan 'kehilangan yang sangat mendalam'...haha...

Rabu, 14 Agustus 2013

Ada Darah Dayak di Madagaskar

Etnis Malagasi yang kini menempati Madagaskar ternyata berasal dari rahim 30 perempuan yang terdampar di daerah itu pada 1.200 tahun lalu. Di antara 30 perempuan itu, 28 perempuan di antaranya berasal dari Indonesia.
Murray Cox, peneliti genetika dari Massey University, Selandia Baru, tertarik dengan penelitian yang menyatakan bahwa darah Dayak mengalir di tubuh penduduk Madagaskar. Disebutkan satu milenium lampau sekelompok etnis asli Kalimantan berlayar menggunakan perahu di Samudra Hindia. Kencangnya ombak di perairan luas ini mendorong perahu hingga terdampar di Madagaskar yang tak berpenghuni. 
Kelompok yang terdampar tersebut kemudian membuka lahan di dataran tinggi untuk dijadikan permukiman dan sawah. “Kami berbicara mengenai satu budaya yang berpindah tempat melintasi Samudera Hindia," katanya kepada LiveScience. 
Bukti etnis Dayak sebagai pemukim pertama Madagaskar kini masih terawetkan pada tiga suku yang berdiam di dataran tinggi, yaitu Merina, Sihanaka, dan Betsileo. Ketiganya masih berkomunikasi menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa Barito yang banyak dipakai di Kalimantan bagian selatan.
Pertanyaan yang masih tersisa di benak peneliti ini adalah seperti apa kontribusi genetik pemukim pertama ini terhadap penduduk Madagaskar saat ini. Untuk mengetahuinya, dia mempelajari gen yang didapat dari mitokondria 300 penduduk Madagaskar dan 3.000 penduduk Indonesia. 
Pemilihan mitokondria disebabkan dapur energi pada sel ini menyimpan gen yang diturunkan oleh ibu. Sampel gen memperlihatkan kemiripan antara genom orang Indonesia dan Madagaskar.
Pekerjaan berikutnya adalah mengetahui kapan dan bagaimana etnis dari Indonesia sampai di pulau tersebut. Simulasi komputer digunakan untuk menelusuri silsilah genetik manusia Madagaskar yang hidup saat ini hingga ke masa lalu. 
Hasilnya memperlihatkan bahwa penduduk Madagaskar saat ini terhubung dengan 30 perempuan. Perempuan-perempuan ini diperkirakan menjadi pemukim pertama sekitar 1.200 tahun lalu, yaitu 28 perempuan Indonesia dan dua lainnya dari Afrika.
Dari penelitian lain diketahui kromosom Y yang diturunkan dari ayah menunjuk pemukim laki-laki pertama Madagaskar juga berasal dari Indonesia. Namun tak diketahui berapa banyak jumlah mereka.
Berdasarkan fakta bahwa pria dan wanita penduduk Madagaskar berasal dari Indonesia, Cox menduga jumlah laki-laki pertama di pulau ini relatif sedikit.
Dari hasil penelitian ini, dia yakin populasi etnis Dayak yang terdampar segera berkembang pesat dan menguasai pulau. Diperkirakan kelompok besar sudah tercipta dalam beberapa generasi saja.
Pertanyaan yang belum terjawab adalah kenapa pemukim pertama ini bisa sampai di Madagaskar. Ada kemungkinan mereka sampai di Madagaskar tanpa disengaja. 
Skenario yang mungkin terjadi adalah kelompok etnis Dayak berlayar dengan kapal yang sanggup menampung 500 orang. Di tengah samudra, kapal yang mereka tumpangi terbalik dan terdorong arus laut ke arah barat.
"Beberapa orang menyelamatkan diri menggunakan perahu cadangan," katanya.
Penumpang yang selamat inilah yang kemudian mendarat di Madagaskar dan mendirikan permukiman pertama di pulau tersebut.

Sumber : Anton William, Tempo.